Alloh ta’ala berfirman. Artinya: {Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Alimran :31)}
Berkaitan dengan ayat diatas Imam ibnu katsir berkata: Ayat ini sebagai bukti terhadap orang yang mengakui mencintai Alloh ta’ala sedang ia tidak mengikuti jalan hidup Rasululloh alaihisolatu wassalam maka sesungguhnya kecintaannya hanyalah kedustaan belaka hingga ia mengiktui syari’at dan agama nabi muhamad alaihisolatu wassalam di setiap perkataan dan perbuatannya. Kitab tafsir alqur’anul adzim 1/358.
Ikhwatie fillah.. Berarti bukti kecintan yang tulus kepada Alloh ta’ala diantaranya mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam dengan mengikuti jalan hidup Rasululloh alaihisolatu wassalam dalam menjalankan dienulloh ini karena ialah pembawa risalah ini maka dialah yang paling tau bagaimana membuktikan kecintaanya kepada Alloh ta’ala, hal ini terbukti dengan pujian Alloh terhadap rasululloh sebagaimana dlam firmannya. Artinya: {Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS.Alqolam :4} Hingga derajat rasululloh-pun alaihisolatu wassalam di angkat oleh Alloh ta’ala, Alloh ta’ala berfirman. Artinya: {Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. (QS. Alam nasrah :4 }
Para ulama membagi kecintaan kepada Rasululloh menjadi dua: pertama berupa kecintaan yang wajib dan yang kedua kecintaan yang menyempurakan keimanan hamba.
Kecintaan yang wajib seperti menerima dengan tulus hati segala apa yang di bawa Rasululloh alaihisolatu wassalam , membenarkan kabar-kabarnya, Ridho dengan hukum-hukumnya, mengangungkannya serta mengikuti petunjuknya dalam mengamalkan agama ini. Adapaun kecintaan yang berkedudukan sebagai kesempurnaan iman seorang muslim seperti mengikuti akhlak rasululloh alaihisolatu wassalam, menjalankan sunah-sunahnya, mengikuti cara makan, minum dan tidur beliau dll yang tergolong sunnah rasululloh.
Inilah kecintaan terhadap Rasululloh alaihisolatu wassalam yang sesungguhnya, kecintaan yang menjadikan seorang muslim merasakan manisnya iaman serta iapun akan bertemu dengan rasululloh di jannah nanti sebagaimana dalam sabdanya [Seseorang itu akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. H.R Bukhori dan Muslim dari riwayat Abu musa alas’ary] Maka sangatlah merugi bagi seorang muslim yang mencintai dan bahkan menjadi penggemar orang-otang kafir, munafiq, orang fasiq yang mana sebenarnya mereka sedang menghancurkan sendi-sendi islam khususnya dikalangan pemuda-pemudi yang mana mereka adalah tombak perjuangan islam.
Ketahuilah..! bahwa benci dan cinta itu merupakan barometer keimanan seseorang sebagaimana dalam hadits [mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh merupakan bagian dari keimanan. H.R abu dawud dari riwayat abu umamah] dan dalam riwayat albazar [tali ikatan iman yang paling kuat adalah mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh] maka wahai saudaraku..! Tidaklah layak bagimu mencintai orang-orang kafir dan orang-orang fasiq karena mereka adalah musuh islam itu sendiri dan cintailah Rasululloh dengan menjalankan perintahnya semaksimal mungkin serta menjauhi seluruh larangan-larangannya agar di kumpulkan bersamanya di surga nanti yang penuh kenikmatan yang tak terhingga.
Diriwayatkan dari Anas bin malik bahwa seorang laki-laki bertanya kepada nabi menegenai hari kiamat, kemudian beliau balik bertanya:” Apa yang telah kau persiapkan untuk menghadapinya? :”orang itu menjawab: Tidak ada. Kecauali cinta pada Alloh dan rasul-Nya. Rasululloh bersabda:” Kamu akan bersama orang yang kau cintai.” Kata Anas: Kami tidak pernah merasa gembira seperti ketika mendengar sabda Rasululloh alaihisolatu wassalam tersebut yaitu ”kamu akan bersama orang yang kamu cintai” kata Anas selanjutnya: maka aku sangat mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam, Abu bakr dan Umar dan aku berharap aku bisa bersama mereka meskipun amal baikku tak sebanayk amal baik mereka. H.R Bukhori 3688 dan Muslim 6713.
Tapi ikhwah.. kecintan yang benar adalah kecintaan yang melahirkan amal baik dan bukan hanya kecintaan hanya dalam hati belaka tanpa amal sebagaimana di jelaskan oleh sabahat Anas tadi.
Lihatlah..! bagaimana para sahabat sangat mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam bahkan mereka mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam lebih daripada cinta mereka terhadap diri sendiri karenanya mereka mendapat kedudukan mulia disisi Alloh karena mereka tau siapa yang harus dicintai dan bagaimana mencintai dan membenci yang diridhoi oleh Alloh ta’ala, Alloh ta’ala mengambarken kejujuran benci dan cinta mereka dalam alqur’an. Artinya: {Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.. Q.S Alfath 29}
Mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam dengan mengikuti petunjuknya dalam beribadah merupakan sebuah kewajiban sebagaimana yang sudah saya jelaskan dan berpaling dari petunjuk-petunjuknya adalah sebuah kebencian dan bahkan sebuah kesesatan yang nyata karena Alloh ta’ala memerintahkan untuk mengikutinya dalam menjalankan dienulloh sebagaimana dalam firman Alloh. Aritnya: { Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS.Alhasr :7} dan juga sabda Rasululloh alaihisolatu wassalam dalam hadits, artinya [Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah kholifah arrosyidin yang telah mendapatkan petunjuk, gigitlah ia dengan gigi geraham dan hindarilah kalian perkara-perkara baru dalam agama karena setiap perkara baru dalam agama adalah ke sesatan. H.R. Abu dawud 4607 dan Tirmidzi 2676]
Rasululloh alaihisolatu wassalam adalah pembawa risalah ini dan dialah hamba yang paling tau bagaimana beribadah yang diridhoi oleh Alloh ta’ala, jadi apa gerangan orang-orang yang mengakui mencintai Alloh ta’ala akan tetapi ia tidak mengikuti petunjuk rasululloh alaihisolatu wassalam dalam menjalankan ibadah? Ketahuilah bahwa mngikuti petunjuk rasul alaihisolatu wassalam dan mentaatinya merupakan ketaatan kepada Alloh ta’ala sebagaimanha dalam firman-Nya {Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka. (QS. Annisa:80} adapun menyelisihi perintah ataupun petunjuknya merupakan kesesatan yang nyata dan ia mendapat ancaman dari Alloh ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya {maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. Annur:63) dan firman Alloh yang lain {Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS.Annisa :115}
Ikhwatie fillah.. Mengikuti rasul alaihisolatu wassalam dalam beribadah adalah harga mati dan tak di tawar-tawar lagi, dan inilah hakekat kecintaan kepada Rasululloh alaihisolatu wassalam yang mana jika seorang hamba benar-benar berpegang teguh terhadap petunjuk ini niscaya ia akan merasakan manisnya iman dan akan dikumpulkan bersama Rasululloh alaihisolatu wassalam di jannah nanti.
Saudara-saudariku fillah…
Rasulloh adalah figur ummat manusia, selain dia sebagai manusia ia juga utusan Alloh yang selalu di jaga dari keburukan-keburukan ataupun godaan syaitan. Bahkan prilaku dan pembicaraannya adalah wahyu dari Alloh ta’ala {dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (QS. Annajm 3-4) maka sangatlah pantas bahwa diri Raslulloh itu adalah suri tauladan bagi yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan akherat {Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Alahzab :21} Imam ibnu katsir berkata: Ayat ini adalah pondasi agung dalam hal mengikuit jejak hidup rasululloh baik perkataan, perbuatan ataupun hal-ihwalnya.
Oleh karena itu.. mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam dengan mengikuti petunjuk-petunjuknya maka hal itu merupakan kecintaan kepada Alloh yang mana dengan hal itu maka Alloh akan mencintainya dan jika Alloh sudah mencintainya maka penduduk langitpun akan mencintainya dan jika penduduk langit juga sudah mencintainya maka penduduk bumi juga akan mencintainya.
Saudara-saudariku fillah..
Bahkan jika seorang muslim ingin meraih kesempurnaan imannya hendaknya ia mencintai Rasululloh alaihisolatu wassalam lebih dari cintanya pada dirinya sendiri, sebagaimana dalam hadits [demi alloh..! tidaklah semmpurna keimanan salah seorang diantara kalian hingga akau lebih dicintai olehnya dari pada orang tua dan anaknya sendiri. H.R Bukhori 14] dan dalam riwayat laian [dan dari seluruh manusia]
Di riwayatkan dari Abdulloh bin hisyam radhiallu anhu berkata: kami pernah bersama nabi alaihisolatu wassalam ketika beliau memegang tangan ummar bin khotob, umar berkata kepada rasululloh alaihisolatu wassalam: ya rasululloh..! anda lebih aku cintai daripada segalanya kecuali diriku.” Nabi alaihisolatu wassalam bersabda :”Tidak..! demi dzat yang menggengagm jiwaku, imanmu belum sempurna hingga aku lebih kau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka umar berkata kepada Rasululloh alaihisolatu wassalam
emi Alloh..! sekarang anda lebih aku cintai dari pada diriku sendiri.” Rasululloh bersabda:” hai umar! Sekarang kamu benar-benar beriman. H.R bukhori no: 6632]