Mawar pun mengeluh

mawarAlkisah di suatu kebun yang indah, ditanami oleh banyak bunga, hiduplah sekuntum mawar merah yang terpojok diantara mawar-mawar putih. Sang mawar merah tumbuh dengan semangat, dan selalu menjadi pusat perhatian orang-orang yang melintasinya. Tapi suatu hari, Lanjutkan membaca


Pacaran sih boleh, asalkan?

Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat itu ialah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, meminum khomer terang-terangan, dan meluasnya perzinahan.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 1/178)

Sahabat muda Gerimis, gimana nich kabar kamu semuanya, semoga tetap istiqomah dan stay-tune terus ya di garda terdepan untuk memperjuangkan nilai-nilai tauhid, guna tegaknya syari’at Allah swt di muka bumi, terbangunnya masyarakat Islami serta merumput dan merebak harumnya kehidupan sunnah nabi saw, tetap semangat khan?

Coz Ka_Ge terus menanti partisipasi sahabat semuanya, saran, konsultasi dan kiriman artikelnya. Dengan adanya beberapa permintaan yang masuk ke redaksi, agar bisa mengupas tuntas tentang PACARAN, ya oke deh…! Kita kupas-pas…

Yup… jangan negative thingking dulu donk sobat, tentang judul tebal di atas! Kita kudu tahu dulu maksudnya, gimana maksudnya? Ya…, gitu deh.

Sobat gerimis muda yang cakep and cantik (cakep buat ikhwan, cantik buat akhwat) iya ngga? jangan ge-er gitu lho.

Pada dasarnya, setiap manusia yang terlahirkan itu, sekurangnya memiliki tiga naluriah dasar pada dirinya. Apa tuh…? Satu, naluri untuk bertauhid atau beragama (yang merupakan nilai fithrah tertinggi) Dua, naluri untuk mempertahankan dirinya (seperti keinginan untuk menang dan berprestasi), dan yang ketiga, naluri untuk melestarikan keturunan (example; sifat ke-Ibuan, ke-Bapa-an, dan adanya rasa suka kepada lain jenis).

Nah, berpijak dari naluri yang ketiga inilah, mungkin sebagian remaja muda dan ‘remaja’ berkumis dan beruban bahkan bercucu, sudah bau tanah pun kedapatan masih kita temukan, melegal-kan atau membolehkan berpacaran atau dengan kata lain mengungkapkan rasa cinta dan suka kepada lain jenis. Na’udzubillah. Tidak ada yang menyangkal tentang adanya anggapan bahwa rasa cinta adalah anugerah yang harus disyukuri. We agree friend. Tapi, ada tapinya tuh, apaan? Kalau ekspresi syukur yang terlahirkan adalah adanya pengungkapan rasa cinta kepada lain jenis, terus jadian, janjian dan pada akhirnya akan melahirkan pertemuan. Ya ketemu…an deh! Dari mata turun ke hati, terus ke kali deh, eh, beropra…si deh. Mulai saling lihat, pegangan tangan dan titik-titik dan titik-titik (sensor man)?!!

Berarti kalau demikian, boleh donk pengungkapan rasa cinta tetapi tidak melahirkan hal tersebut! Ya Boleh, tapi harus memenuhi syarat berikut; Pertama, kamu bilang ke bokap and nyokap bahwa kamu sudah siap untuk menikah, Kedua, jika ada someone (gadis atau pemuda) yang kamu sukai, maka kamu dan orang tua datangi orang tua gadis tersebut, bahwa kamu menyukainya, untuk apa? Ya untuk mengkhitbah (melamarnya) doong, terus jarak waktu setelah melamar itu, jangan lama-lama, dan tidak boleh berkholwat (berduaan), apa lagi jalan bareng, dan segala bareng. Kalau ditolak gimana? Ya… tanggung risiko dong! he…he… (sabar githu lo!).

Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat (akhir), janganlah ia bersunyi-sepi berdua-duaan dengan wanita yang tidak disertai muhrimnya, sebab bila demikian, syetanlah yang akan menjadi pihak ketiganya.” (HR. Ahmad)

Praktek pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat, telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat, lebih jauh dan kelewatannya, sampai ada yang layaknya pasutri (pasangan suami istri). Na’udzubillah. Dan semua itu adalah pintu-pintu masuk untuk perbuatan zina. Allah swt berfirman, “Dan janganlah mendekati zina…” (QS. Al Isra: 32)

Dikalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi trend dan identitas yang sangat dibanggakan. Tidak sedikit yang mendapat julukan bujang lapuk, kurang gaul dan zomblo, akibat belum punya teman special alias pacar.

Biasanya seorang remaja akan bangga dan ‘pd’ abis jika sudah memiliki pacar, walau pun cinta yang berkisar diantara mereka adalah cinta monyet, lokasi sampai cinta beruk. Kalau cinta gajah dan kuda ada ngga ya? Karena itu, mencari pacar di kalangan remaja tidak saja menjadi sebuah kebutuhan biologis tetapi juga menjadi kebutuhan secara sosial. Ya Allah segitunya…!

Pacaran Islami? Ya tidak ada!
Ada yang mengira bahwa pacaran itu ada yang Islami, ketika apel, sebelum masuk rumah si dia, mengucapkan salam terlebih dahulu, terus salaman dan mengucapkan istighfar. Lho kok! Gimana tuh ceritanya? Bukankah itu sebuah pelecehan terhadap Islam?

Rasulullah saw tidak pernah tangannya menyentuh wanita non muhrim. Bahkan beliau menyatakan, lebih baik dibakar atau ditusuk besi membara dari pada harus menyentuh wanita yang bukan haknya.
Kalau ditanya maslahat dan mudlorotnya, jelas mudhrotnya yang secara dominan seratus persen. Sahabat pingin tau fitnah dan akibat dari pacaran?

1. Kontak pandangan yang bermuatan syahwat
Hal ini mustahil bisa terhindarkan ketika sedang berdua-duaan atau jika di sekelilingnya lain jenis. Dan ini merupakan perbuatan haram. Rasulullah saw bersabda, “Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak Iblis, siapa saja yang dapat menghindarkannya karena takut kepada Allah karena ia akan dikaruniakan kelezatan dan manisnya Iman di dalam hatinya.” (HR. Hakim)

2. Kontak fisik
Yang ini pun tak bisa dielakan ketika berpacaran, dan ketika sedang bergerombolnya antara lain jenis. Padahal Rasulullah saw mengharamkan untuk bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrim. Di sinilah kenapa Rasulullah mengharamkan untuk berikhtilath (bercampur baur lain jenis)

3. Zina
Inilah akibat terbesar dan tujuan syetan dibalik goda rayunya yang menggiurkan itu. Hubungan di luar nikah merupakan dosa besar dan perbuatan nista dan aib dihadapan Allah swt.

Nah sahabat muda, ngerikan kita melihat akibatnya? Maka untuk terhindar dari hal tersebut kita harus sebaliknya, dari hal tersebut, jangan berbuat yang mengarah padanya, tidak bersentuhan dengan non muhrim, tidak ikhtilat, khalwat, menundukan pandangan mata (baca QS. An-Nur: 30-31), dan mengenakan hijab (jilbab) syar’i, yang disukai Allah dan Rosul-Nya. (tentang pembahasan jilbab syar’i, Sahabat bisa membacanya di kolom gerimis muda edisi 9 ). Jadi dengan demikian, katakan tidak dan putus hubungan dengan pacaran. Tapi Sahabat, sekarang ada ‘fatwa’ teranyar yang menyatakan, ‘Pacaran itu boleh, asalkan sesudah ‘aqad pernikahan’. Huuh.. He..he.. WAllahu’alam


Ritual-ritual Ramadhan

Memang masih dalam hitungan minggu, kita akan segera berjumpa dengan bulan suci yang Allah persiapkan ini bagi manusia untuk beribadah kepada-Nya di bulan itu. Ramadhan, me-rupakan satu di antara bulan-bulan yang paling dinantikan oleh kaum beriman yang benar dalam keimanannya.

Allah ta’ala sudah menetapkan bahwa pada bulan itu, orang-orang yang beriman diperintahkan untuk berpuasa, Lanjutkan membaca


10 Reasons to Fall for Prophet Muhammad

For a Muslim woman like me, it is really difficult to specify “10 reasons to fall for the Prophet”.Satellite2 When I was asked by Reading Islam staff to write down an article that would sum up ten reasons to love Prophet Muhammad, I felt really lost.

I kept thinking and wondering, which ten of the million reasons should I mention? I was lost around his great human-prophetic character. It is really impossible to narrow my love to the great man in ten reasons. He is a man whose love my heart and mind have absorbed since my childhood days, as my skin has absorbed the rays of the Egyptian sun.

Just like any other Muslim, his love penetrates my life, as gentle as you inhale your breaths in and then out. His love became part and parcel of my inner self to the extent that I no longer can put my hand on it clearly. It is just there, always there, in the background of my inner soul. Lanjutkan membaca


Recognizing People’s Qualities

The Prophet & His Companions

Prophet Muhammad (peace be upon him) valued all his Companions, recognizing them asSatellite peopleof honesty, integrity, and good judgment. Had they been otherwise, they would not have defied the world around them by accepting Islam.

They were the ones who stood by his side, supporting him in all situations. Those who joined his call in its early days earned an even higher position of distinction. The Prophet was very loyal to all his Companions, but those who were quick to respond to his call claimed a greater share of his love. One of these was Zaid ibn Harithah. Lanjutkan membaca


Suka Duka Dariku Kuliah di Bogor EduCARE (RAJANYA KULIAH GRATIS)

gedung Setahun hampir saya jalani hidup dalam perkuliahaan di kampus yang dulu begitu terasa asing di telinga maupun dalam pandangan mata baik diri saya sendiri maupun teman-teman saya yang sejaman dan sesekolahan dengan diri saya yaitu Bogor EduCARE, kampus hijau. Disebut dengan kampus hijau karena penampilan fisiknya jika dilihat dari berbagai sudut pandang bahkan dari atas sekalipun warnanya hijau dan ini mudah dikenali bagi orang-orang yang melintasi Bogor via jalan tol Jagorawi tepat di km 40 Tol Jagorawi.
Gedung berlantai tiga dan berwarna hijau terang adalah sebagai tanda penunjuk bahwa di salah satu daerah di Bogor terdapat kampus berwarna hijau yang bernama Bogor EduCARE. Lanjutkan membaca


MENGAPA HARUS MENCINTAINYA?

cintakuAlloh ta’ala berfirman. Artinya: {Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Alimran :31)}

Saudara-saudariku fillah…
Berkaitan dengan ayat diatas Imam ibnu katsir berkata: Ayat ini sebagai bukti terhadap orang yang mengakui mencintai Alloh ta’ala sedang ia tidak mengikuti jalan hidup Rasululloh alaihisolatu wassalam maka sesungguhnya kecintaannya hanyalah kedustaan belaka hingga ia mengiktui syari’at dan agama nabi muhamad alaihisolatu wassalam di setiap perkataan dan perbuatannya. Kitab tafsir alqur’anul adzim 1/358. Lanjutkan membaca